PAsuruan. Di tengah hiruk pikuk rutinitas, MAN 1 Pasuruan kembali merajut kekhusyukan melalui kegiatan istighosah rutin yang dilaksanakan setiap Jumat Legi. Pada Jumat, 13 Februari 2026, lapangan selatan madrasah menjadi saksi bisu berkumpulnya seluruh dewan guru, staf karyawan, dan ribuan siswa dalam satu barisan untuk memanjatkan doa dan dzikir bersama.
Sejak mentari belum sepenuhnya meninggi, suasana di MAN 1 Pasuruan sudah terasa berbeda. Aura ketenangan menyelimuti, saat seluruh peserta dengan tertib memenuhi area lapangan. Ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sebuah komitmen mendalam untuk menumbuhkan karakter religius dan memperkuat fondasi spiritual seluruh warga madrasah.
Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan tawassul, sebuah penghormatan kepada para nabi, rasul, dan orang-orang saleh, sebelum larut dalam lantunan dzikir dan doa yang dipimpin oleh salah seorang guru. Getaran suci terasa memenuhi udara, membuktikan betapa seriusnya madrasah ini dalam menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan.
Kepala madrasah mengungkapkan makna di balik tradisi ini. "Kegiatan istighosah Jumat Legi ini bukan sekadar rutinitas yang harus dijalani. Ini adalah sarana penting bagi kita untuk membangun kesadaran spiritual yang lebih dalam dan mempererat tali kebersamaan yang telah terjalin di antara kita, " ujar beliau.
Beliau menambahkan, "Kami sangat berharap kekuatan doa bersama ini menjadi wasilah atau perantara untuk mendatangkan keberkahan, kelancaran dalam setiap proses pembelajaran, serta keselamatan bagi seluruh civitas akademika MAN 1 Pasuruan."
Terlaksananya istighosah ini tentu membawa harapan besar. Para siswa diharapkan tidak hanya cemerlang dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki pondasi akhlak dan spiritual yang kokoh, siap menghadapi tantangan masa depan. Tradisi positif ini diharapkan akan terus berlanjut, mengalirkan keberkahan dan ketenangan di setiap Jumat Legi mendatang.

Updates.