Pasuruan Lumbung Susu Jatim, KUD Sembada Target 40 Ton Harian

    Pasuruan Lumbung Susu Jatim, KUD Sembada Target 40 Ton Harian

    Pasuruan. Kabupaten Pasuruan tak hanya dikenal dengan keindahan alamnya, namun kini kian kokoh sebagai lumbung susu segar terbesar kedua di Jawa Timur. Terutama di Kecamatan Puspo, denyut kehidupan para peternak sapi perah berdenyut kencang, menghasilkan anugerah cair yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal. Di jantung kecamatan ini, Koperasi Unit Desa (KUD) SEMBADA berdiri tegak, menjadi garda terdepan dalam mengelola setiap tetes susu segar dari sapi-sapi pilihan milik para peternaknya.

    Purwo Budi Setyawan, sosok di balik kemudi KUD SEMBADA, berbagi cerita optimis. Ia mengungkapkan bahwa saat ini, pihaknya mampu memproduksi rata-rata 30 ton susu sapi segar setiap harinya. Angka fantastis ini tak lepas dari sinergi 2700 peternak yang tersebar di tujuh desa di Kecamatan Puspo, meliputi Puspo, Jimbaran, Keduwung, Kemiri, Palangsari, dan Janjang Wulung. Dari rentetan desa ini, Jimbaran dan Janjang Wulung menjadi kontributor terbesar dalam pasokan susu segar.

    Proses pengumpulan susu berjalan efisien melalui 12 pos penampungan sementara. Di sana, susu mengalami proses pendinginan sesuai standar ketat sebelum akhirnya didistribusikan ke industri pengolahan susu (IPS) ternama maupun memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Sungguh sebuah perjalanan yang membanggakan, dari kandang peternak hingga sampai ke tangan konsumen.

    "Sekarang ini semua susu kita kirim ke Ultra Jaya di Bandung dan juga Indolakto, " kata Setyawan, Jumat (9/1/2026), di sela-sela kesibukannya yang padat.

    Tak hanya melayani industri besar, KUD Sembada juga memiliki komitmen kuat terhadap masyarakat lokal. Persediaan susu segar untuk warga sekitar menjadi prioritas utama. Ketersediaan susu segar ini bahkan tak hanya dinikmati oleh masyarakat Pasuruan, namun juga merambah ke pasar-pasar di luar wilayah tersebut.

    "Sudah pasti kami perhatikan untuk kebutuhan warga lokal. Bahkan susu segar kami juga memenuhi pasar lokal sampai luar Pasuruan, " imbuhnya.

    Lebih jauh, Setyawan menegaskan bahwa setiap susu yang dikelola KUD Sembada telah memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat. Ini tercermin dari total solid atau perbandingan berat jenis dengan lemak yang selalu di atas 12%, serta Total Plate Account (TPC) atau jumlah bakteri dalam 10 ml susu yang ditekan di bawah 1 juta. Pendekatan kualitas ini menjadi landasan utama KUD Sembada.

    "Kami tekankan kepada para peternak bahwa kami tidak beli susu, tapi beli kualitas. Semuanya sesuai SOP, " ucapnya.

    Dengan semangat inovasi yang tak pernah padam, KUD Sembada menargetkan peningkatan pengiriman susu ke industri dari 30 ton menjadi 40 ton per hari. Strategi jitu pun telah disiapkan. Setyawan memaparkan bahwa peningkatan kualitas pakan ternak dan investasi sapi menjadi kunci untuk menggenjot produksi susu sapi perah.

    "Kami bekerja sama dengan Bank Jatim untuk peminjaman Rp 18 milyar. Kami infest sampai 700 sapi. Dan kami juga bekerja sama dengan peternak dengan sistem gado. Yakni anak sapi pertama yang dilahirkan menjadi milik koperasi, dan anak kedua milik peternak. Begitu seterusnya, " tutupnya.

    susu segar peternakan kud sembada pasuruan industri susu kualitas produksi
    Muhammad haris

    Muhammad haris

    Artikel Sebelumnya

    Dewas BLUD RSUD Bangil & Grati Dikukuhkan,...

    Artikel Berikutnya

    Sepatu Reno Karangsono Bertahan di Tengah...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Wamenhan RI Tinjau Kesiapan Pembangunan Infrastruktur Strategis TNI AU di Lanud Sultan Hasanuddin
    KPK Dalami Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji,  Aizzudin Abdurrahman Diperiksa
    Momen Haru, Dankodaeral X Makan Satu Piring Berdua Dengan Siswa TK Hangtuah Jayapura
    TNI Raih Predikat A (Pelayanan Prima) pada Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2025
    Dua Pengusaha Djunaidi Nur dan Aditya Simaputra Divonis Penjara Kasus Korupsi Suap Hutan Inhutani V

    Ikuti Kami